Presiden Prabowo mendapat sambutan kehormatan duduk bersama tujuh pimpinan Emirat
Jakarta (KABARIN) - Kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto ke Persatuan Emirat Arab berlangsung istimewa. Presiden PEA sekaligus penguasa Abu Dhabi Sheikh Mohammed bin Zayed Al Nahyan mengundang enam pemimpin Emirat lainnya untuk menyambut langsung Prabowo di Istana Qasr Al Bahr, Abu Dhabi, Kamis waktu setempat.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa Prabowo mendapat kehormatan dengan duduk bersama tujuh pemimpin Emirat dalam satu forum. Pertemuan semacam ini sejatinya hanya digelar setahun sekali.
Para pemimpin yang hadir terdiri dari Presiden PEA sekaligus Emir Abu Dhabi, Emir Dubai yang juga menjabat Perdana Menteri PEA, serta para Emir dari Sharjah, Ajman, Umm Al Quwain, Ras Al Khaimah, dan Fujairah.
Agenda pertemuan kemudian berlanjut dengan iftar atau buka puasa bersama. Setelah itu, rombongan melaksanakan Shalat Maghrib berjamaah dalam suasana penuh keakraban.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, Prabowo dan MBZ menggelar pertemuan tertutup selama lebih dari satu jam. Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai agenda strategis, mulai dari penguatan kerja sama sektor energi, kemitraan ekonomi jangka panjang, hingga peluang peningkatan investasi PEA di Indonesia.
Pertemuan tersebut mempertegas komitmen kedua negara untuk membangun kolaborasi yang berkelanjutan dan saling menguntungkan.
Momentum ini juga punya arti penting karena tahun 2026 menandai 50 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Persatuan Emirat Arab. Lima dekade kerja sama itu menjadi fondasi kuat bagi pembukaan babak baru kemitraan strategis yang lebih luas dan berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat kedua negara.
Dalam kunjungan ini, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Duta Besar RI untuk PEA Judha Nugraha.
Sementara MBZ hadir bersama Wakil Ketua Mahkamah Kepresidenan Hamdan bin Mohamed Al Nahyan, Penasihat Mahkamah Kepresidenan Mohamed bin Hamad Al Nahyan, Penasihat Urusan Strategis Ahmed Al Mazrouei, Menteri Energi dan Infrastruktur Suhail Al Mazrouei, serta Duta Besar PEA untuk Indonesia Abdulla Salem Obaid Salem Al Dhaheri.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026